Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Foto: Pawai Malam Takbiran Idul Fitri 1433H di Jogja

Anak-anak berarak membawa obor di malam takbiran di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Anak-anak berarak membawa obor di malam takbiran di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Banyak hal yang bisa dipotret dari rangkaian acara Hari Raya Idul Fitri. Mulai dari malam takbiran hingga shalat Ied esok paginya. Tentu, sebagai fotografer, harus menempatkan kekhidmatan acara agama lebih tinggi daripada kepentingan memperoleh foto bagus.

Tahun 2010 saya sempat mengabadikan pawai malam takbiran di Alun-alun Utara Yogyakarta. Tahun ini, dapat kabar mengenai festival malam takbiran di Alun-alun Selatan, langsung saja memutuskan untuk motret di sana.

Memotret arak-arakan malam takbiran mengasah naluri foto jurnalistik. Tantangannya adalah situasi pencahayaan yang redup alias low-light dan ruang gerak terbatas di tengah himpitan keramaian penonton.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya bergerak dengan perlengkapan ringkas: 1 bodi DSLR dan 1 lensa lebar, 1 flash dan sepasang wireless TTL radio transceiver. Lensa lebar dipilih karena situasi ruang gerak sempit, dan lensa tele mensyaratkan minimum focusing distance. Flash dibutuhkankan untuk mencahayai subyek foto, sementara ambient light direkam dengan penggunaan ISO tinggi 1600.

Pada saat memotret, dengan lensa 17-40mm, bukaan diafragma saya kunci di bukaan terlebar f/4. Dengan bukaan itu dan ISO 1600, di lokasi pemotretan, kecepatan rana pemotretan berkisar dari 1/8 hingga 1/60 detik. Situasi pencahayaan di tiap titik berbeda dan atribut lampu dan obor pun bervariasi dari kelompok peserta satu ke kelompok lain.

Teknik pemakaian flash untuk merekam ambient light ini disebut slow-sync flash. “Slow-sync” adalah kependekan dari “slow synchro”, untuk melambangkan kecepatan sinkron flash di bawah 1/60 detik.

Menanti giliran tampil di tempat atraksi malam takbiran di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Menanti giliran tampil di tempat atraksi malam takbiran di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Pawai obor jadi atribut utama festival malam takbiran anak-anak Kecamatan Keraton di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Pawai obor jadi atribut utama festival malam takbiran anak-anak Kecamatan Keraton di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Atraksi menarik yang sepertinya melambangkan belenggu penjajahan, karena Lebaran 2012 berdekatan dengan HUT ke-67 Kemerdekaan RI. Foto oleh Kristupa Saragih

Atraksi menarik yang sepertinya melambangkan belenggu penjajahan, karena Lebaran 2012 berdekatan dengan HUT ke-67 Kemerdekaan RI. Foto oleh Kristupa Saragih

Boneka berbentuk burung garuda berwarna merah putih karena malam takbiran berdekatan dengan HUT ke-67 Hari Kemerdekaan RI. Foto oleh Kristupa Saragih

Boneka berbentuk burung garuda berwarna merah putih karena malam takbiran berdekatan dengan HUT ke-67 Hari Kemerdekaan RI. Foto oleh Kristupa Saragih

Ada yang bawa meriam bambu dan ikut arak-arakan, bunyinya mengagetkan dan memekakkan telinga. Foto oleh Kristupa Saragih

Ada yang bawa meriam bambu dan ikut arak-arakan, bunyinya mengagetkan dan memekakkan telinga. Foto oleh Kristupa Saragih

Ada yang mengarak bendera merah-putih-biru, melambangkan penjajahan kolonial, lantaran malam takbiran masih dibalut suasana HUT ke-67 Hari Kemerdekaan RI. Foto oleh Kristupa Saragih

Ada yang mengarak bendera merah-putih-biru, melambangkan penjajahan kolonial, lantaran malam takbiran masih dibalut suasana HUT ke-67 Hari Kemerdekaan RI. Foto oleh Kristupa Saragih

Bendera Merah-Putih berukuran besar ikut diarak di malam takbiran di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Bendera Merah-Putih berukuran besar ikut diarak di malam takbiran di Alun-alun Selatan, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Arakan-arakan anak-anak pembawa obor di festival malam takbiran di Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

Arakan-arakan anak-anak pembawa obor di festival malam takbiran di Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Foto oleh Kristupa Saragih

About these ads

3 responses

  1. wow, cakep2 jepretannya, serial foto di post ini punya cerita. btw kalo boleh tau, pake white balance apa?

    August 19, 2012 at 6:40 PM

  2. aryadharma sumardi

    keren Mas

    Date: Sun, 19 Aug 2012 05:34:28 +0000 To: arya_ds74@hotmail.com

    August 23, 2012 at 2:44 PM

  3. Pingback: Foto: Pawai Malam Takbiran 1435H di Jogja | Kristupa-ism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49,718 other followers