Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Selamat Jalan Letkol Inf Hendra Heryana

Pada suatu siang di bulan Januari 2012, Pulau Kemaro di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan ramai oleh fotografer. Sesosok pria berkacamata hitam memperkenalkan diri kepada saya sebagai Hendra Heryana, seraya memohon maaf terlambat ikut kegiatan karena pekerjaan. Hari itu Pulau Kemaro jadi salah satu lokasi kegiatan Jelajah Musi berkaitan dengan HUT ke-9 Fotografer.net (FN) dan kawan-kawan FN Palembang bertindak selaku tuan rumah HUT.

Saya tahu Hendra Heryana adalah perwira TNI AD berpangkat letnan kolonel infanteri yang bertugas sebagai pabandya (perwira pembantu madya) di Kodam II Sriwijaya. Namun kesehariannya jauh dari kesan lazim tentara, malah luwes membaurkan diri dengan kawan-kawan fotografer di Palembang yang berasal dari berbagai latar belakang.

Saya ingat suatu peristiwa ketika kami makan di Pempek Beringin Jl Radial bersama-sama kawan-kawan FN Palembang. Setelah pempek terhidang dan sesaat sebelum kami mulai bersantap, Hendra Heryana di ujung meja berdiri seraya mohon ijin makan. Kami semua terhenyak akan kesantunannya.

Pergaulan di Palembang lantas dilanjutkan Hendra mengakrabkan diri dengan Rully Trisaputra, Adriansyah dan Muliady Effendy, para penggiat fotografi di Palembang dan kawan-kawan FN se-Sumatera Selatan.

Sebulan kemudian, saya kembali ke Palembang untuk hunting foto Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Hendra terlihat sudah berbaur tanpa batas dengan kawan-kawan fotografer Palembang. Bahkan saat hunting Hendra membawa serta istri Derby Yuki Berbenia dan seorang putrinya.

Melalui Anif Putramijaya, kawan yang berinisiatif memperkenalkan saya, Hendra Heryana menunjukkan kesungguhan berbaur dengan fotografer. Foto-fotonya bagus dan secara teknis sudah “jadi”. Bahkan berbagai teknik olah digital telah dikuasainya. Namun Hendra tetap haus belajar apa saja.

Sebulan kemudian Hendra memperoleh tugas baru sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 134 Tuah Sakti (134/TS) di Batam, di wilayah Kodam I Bukit Barisan. Saya diundang hadir sebagai tamu di upacara serah terima jabatan dan tradisi satuan. Sejak itu selama 11 bulan, saya tiap bulan mengunjunginya di Batam untuk kepentingan Yonif 134/TS, satuan di atasnya Korem 033 Wira Pratama dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komunitas-komunitas fotografi di Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ada-ada saja alasan yang dibuat Hendra untuk membuat saya berkunjung ke batalyon. Hingga pada bulan puasa 2012, saya dan Nico Wijaya, staf FN, diundang untuk membuat foto-foto batalyon yang bermuara pada pembuatan video durasi pendek secara tak sengaja. Sejak itu FN serius menggarap video-video bertema kemiliteran.

Kecintaan Hendra Heryana pada fotografi membangkitkan inisiatifnya menggelar kegiatan Military Photography. Atas izin Komandan Korem (Danrem) 033/WP Brigjen TNI Deni K Irawan, atasan Hendra sebagai Danyon 134/TS, izin pun diperoleh dari Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan. Lantas digelarlah kegiatan Military Photography pada 1-2 September 2012 di Yonif 134/TS yang dihadiri 150 fotografer dari Kepri, Riau, dan Jabodetabek.

Hari pertama diawali dengan apel pagi gabungan Yonif 134/TS, jajaran petugas kebersihan Kota Batam dan komunitas-komunitas fotografi di Kepri. Lantas kegiatan berlanjut dengan aksi gabungan di kampung kumuh terapung di Batam, berupa aksi kebersihan, operasi kesehatan gratis dan pembagian sembako.

Di hari kedua, kegiatan berpusat di batalyon. Semua peserta berangkat dengan truk tentara dari kota Batam menuju batalyon di Barelang. Motivasi Hendra, demi kekompakan agar pergi bersama dan pulang bersama, tanpa seorang pun membawa kendaraan pribadi.

Fotografer disambut dan dikawal drum band batalyon. Semua peserta disamar muka ala tentara siap tempur. Memasuki medan “laga”, para fotografer “dihujani” tembakan untuk menyemangati. Semua makan dengan ompreng, doa bersama, makan serentak dan cuci sendiri ompreng yang kelar dipakai makan. Tanpa kecuali, termasuk peserta yang anak jendral.

Sebagai perwira yang melek teknologi, Hendra membawa angin segar ke anggota-anggotanya. Para perwira diwajibkan piawai memakai ponsel cerdas untuk berkomunikasi, navigasi dan berbagai tujuan penyuksesan tupoksi (tugas pokok operasi) TNI AD. Laporan disampaikan secara digital, tentu termasuk laporan berbentuk foto berikut koordinat.

Tatkala Hendra dapat promosi menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0318 Natuna pun, kecintaan pada fotografi semakin menjadi. Para fotografer dihadirkan dari seluruh Indonesia pada kegiatan bertajuk FN Goes to Natuna. Tugas teritorialnya sebagai perwira TNI AD membawanya pada tataran yang lebih luas, komprehensif dan integral untuk operasi selain perang.

Tak hanya TNI AD, Hendra Heryana juga melibatkan TNI AL dan jajaran Lanal Natuna serta TNI AU dan jajaran Pangkalan Ranai. Salah satu tujuan kegiatan memang mempromosikan pariwisata Natuna. Namun tugas yang lebih besar adalah mengibarkan Merah Putih di tempat-tempat terdepan Indonesia melalui fotografi.

Saya kenal cukup dekat dengan keluarga Hendra Heryana. Ketika bertugas di Natuna, saya diinapkan di rumah dinasnya. Dalam sejumlah kesempatan di Jakarta dan Batam pun ketika bertemu saya Hendra membawa serta istri dan ketiga putrinya.

Anak-anaknya disekolahkan di tempat terbaik. Istrinya pun supel bergaul dan membawa diri secara sederhana. Demikian juga dengan para ajudan Hendra yang rendah hati, sekaligus piawai memotret dengan mentor komandannya langsung.

Kecintaannya pada olahraga ekstrem klop dengan kesukaannya pada segala sesuatu yang erat dengan petualangan. Ada motor cross special engine 250cc yang dibeli bekas agar murah, dan selalu dipinjamkannya kepada saya tiap kali saya berkunjung. “Gua tau lu suka banget, bro,” ujarnya berulang-ulang di kesempatan berbeda.

Mungkin karena kami berzodiak sama, maka saya dan Hendra punya sejumlah kesamaan. Apalagi Hendra adalah perwira TNI AD berkualifikasi Raider. Kami pun sering bermotor bersama dan latihan menembak. Di Natuna pada suatu kesempatan bermotor bersama, secara tak sengaja kami sampai ke ujung kaki Gunung Ranai. Maka spontan kami memarkir motor dan mendaki gunung bersama Danramil Ranai dan sejumlah anggota Kodim.

Pada suatu kunjungan kerja ke Kepulauan Anambas bersama rombongan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Hendra meminjami saya motor trail berkeliling Tarempa. Ketika berkunjung ke Pulau Jemaja, salah satu pulau besar di Kepulauan Anambas, kami bermotor menikmati keindahan alam sampai ke pelosok.

Ketika jalan kami berujung di suatu kampung kecil nelayan di tepi pantai, Hendra menjumpai sekelompok anak berkostum sepak bola negara asing. Sembari menyarankan kebanggaan terhadap negeri sendiri, Hendra pun mengajak anak-anak itu bernyanyi Indonesia Raya.

Lulus Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 1995, Hendra bertugas di Yonif 412 Raider, satuan bersejarah TNI AD di Purworejo. Sempat bertugas sebagai pengajar di Pussenif (Pusat Persenjataan Infanteri) di Bandung, Hendra kemudian bertugas di Korem 042 Garuda Putih di Jambi, baru pindah ke Palembang.

Kamera menjadi senjatanya berbaur dengan kawan-kawan di manapun Hendra bertugas. Pada kesempatan saya berkunjung ke Wamena, Dandim Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding, teman seangkatan Hendra di Akmil, menceritakan hobi foto kawan sekamarnya itu. Ternyata di sela-sela pendidikan ketat Akmil dan keuangan yang minim, Hendra sudah piawai memotret di era fotografi film.

Jiwa seni tak berhenti sampai di situ, karena Hendra berhasrat bikin film bertema militer di layar lebar. “Supaya rasa kebangsaan para penonton bangkit. Dan supaya rakyat Indonesia bangga dengan TNI. Jangan lihat film tentara asing melulu,” ujarnya pada suatu waktu.

Pemutar musik di mobil dinasnya sarat dengan lagu-lagu bermutu. Di mana pun bertugas, kabin mobilnya penuh lantunan musik klasik dan jazz serta lagu-lagu pop dari pemusik terkemuka. Hendra pun penggemar berat nonton film layar lebar. Beberapa kali saya diajak nonton film secara maraton, jika mumpung berada di kota berbioskop. Tugas di tempat terpencil tak mematikan hasrat seninya.

Kalaupun sekarang tugas Hendra Heryana sejak 21 Desember 1972 sudah berakhir di dunia fana, saya yakin di alam sana ia tersenyum melihat jerih payah perjuangannya dinikmati orang banyak. Tak ada rasa takut bagi perwira berbakat TNI AD ini, termasuk hasratnya terbang dengan paramotor.

Hendra Heryana sahabatku, beristirahatlah tenang bersama Sang Pencipta. Jasamu senantiasa kami kenang. Fotografi untuk Persatuan Indonesia.

Biar foto yang bicara.

20140430-072621.jpg

About these ads

6 responses

  1. Sedih bacanya dan sekaligus kagum dengan sosoknya..
    Istirahat dengan tenang disana Letkol Inf Hendra Heryana..

    April 30, 2014 at 11:07 AM

  2. shinyo shining

    Sedih bacanya dan sekaligus kagum dengan sosoknya..
    Istirahat dengan tenang disana Letkol Inf Hendra Heryana..🙏🙏🙏🙏

    April 30, 2014 at 11:59 AM

  3. Rudy Harianto

    Saya sbg senior (beda 5 thn) sangat bangga dg sosok Letkol Inf Hendra Haryana, meski baru mengenalnya via chat – 14 jam sblm insiden paramotor – ditambah dg ulasan mas Kristupa. Betapa banyak yg merasa kehilangan akan pribadi yg bersahaja. Kami sekel mendoakan, semoga alm mendapatkan tempat yg layak di sisi NYA serta kel yg ditinggal diberikan ketabahan… aamiin YRA

    April 30, 2014 at 12:19 PM

  4. Selamat jalan komendan, beristirahatlah dengan tenang, semangatmu akan kami jadikan pelajaran kedepannya.

    April 30, 2014 at 2:36 PM

  5. selamat jalan kawan..semoga damai di sisi-Nya..amien

    April 30, 2014 at 5:59 PM

  6. Selamat Jalan Letkol Inf Hendra Heryana. Semoga jasamu bagi dunia fotografi Indonesia menjadi jejak yang akan kami ikuti generasi berikutnya.

    May 6, 2014 at 11:12 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48,950 other followers