Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Archive for March, 2011

Pesona Pantai Liang, Ambon, Maluku

Menaungi Pantai Liang, Ambon, Maluku. Foto oleh Kristupa Saragih
Menaungi Pantai Liang, Ambon, Maluku. Foto oleh Kristupa Saragih

Menaungi Pantai Liang, Ambon, Maluku. Foto oleh Kristupa Saragih

Pada suatu hari yang cerah, siang tak terasa panas. Sinar matahari menembus air laut nan bening hingga ke dasar yang dangkal. Pasir terlihat hangat dicium air laut berwarna hijau kebiruan. Demikian suatu hari yang sempurna di Pantai Liang, Ambon, Maluku.

Pantai yang berjarak sekitar 40 km dari kota Ambon, atau sekitar 30 menit bermobil ini, musti masuk daftar kunjung pelancong di Ambon. Konon badan PBB yang mengurusi pembangunan UNDP alias United Nations Development Programme, pada tahun 1990, melabeli Pantai Liang sebagai pantai terindah di Indonesia. Suatu label yang layak untuk pantai yang juga berjuluk Pantai Hunimua ini.

Berada di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, perjalanan ke Pantai Liang ditempuh setelah melewati Pantai Natsepa terlebih dahulu. Jika hendak menikmati keheningan, kunjungi Pantai Liang di hari biasa, bukan akhir pekan dan hari libur. Niscaya angin sepoi-sepoi menyapa lembut diiringi nyiur yang melambai-lambai, mengiringi langkah kaki di butir-butir halus pasir Pantai Liang.

Advertisements

Keindahan Pantai Natsepa, Ambon, Maluku

Generasi Bahari. Pemandangan Pantai Natsepa, Ambon, Maluku - Foto oleh Kristupa Saragih
Generasi Bahari. Pemandangan Pantai Natsepa, Ambon, Maluku - Foto oleh Kristupa Saragih

Generasi Bahari. Pemandangan Pantai Natsepa, Ambon, Maluku - Foto oleh Kristupa Saragih

Bersih dan tenang, berair jernih dan dangkal, demikian Pantai Natsepa terlihat indah. Tak jauh dari pusat kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku, dan bisa ditempuh sekitar 20 menit berkendaraan mobil.

Penjual rujak berderet sepanjang pantai. Rujak Natsepa memang terkenal, dan konon belum berkunjung ke Pantai Natsepa jika belum mencicipi rujaknya. Tak mahal, dan begitu dipesan langsung dibuatkan dari buah-buahan segar.

Tapi di hamparan pasir putih dan air laut jernih nan tenang, hanya mood baik yang terbawa. Sepanjang hari pantai berhiaskan perahu-perahu warna-warni bercadik. Anak-anak nelayan berlarian ke sana kemari.

Seterik apapun matahari bersinar di atas Pantai Natsepa, keteduhan masih terasa di pepohonan rindang sepanjang pantai. Di saat pagi, Natsepa bisa jadi lebih menarik lantaran Teluk Ambon menghadap timur. Semoga kealamian nan indah di Pantai Natsepa senantiasa terjaga.


8 Tips Praktis Memenangi Lomba Foto

Siapa yang tak ingin menang lomba foto? Salah satu cara menancapkan eksistensi di dunia fotografi adalah dengan ikut dan menang lomba foto. Hal ini berlaku di manapun di seluruh dunia.

Memang peserta lomba foto bisa ratusan, bahkan ribuan, tapi pemenang hanya sedikit. Sejak pertama kali ikut lomba foto awal tahun 90-an, sudah banyak lomba yang sudah pernah saya menangi. Tiap lomba punya situasi sendiri-sendiri tapi ada benang merah yang bisa ditarik.

Berikut beberapa tips praktis untuk memenangi lomba foto:

1. Pelajari secara seksama aturan lomba
Langkah pertama ini sekaligus seleksi bonafiditas lomba. Jika lomba tak dilaksanakan oleh pihak bonafide, aturan pun tak jelas dan tak lengkap. Patuhi tenggat waktu pengiriman foto. Kirim foto sesuai dengan spesifikasi teknis ukuran yang ditentukan. Diskusikan dengan kawan-kawan sesama penyuka fotografi untuk mengkritisi aturan lomba.

2. Foto bagus saja tak cukup
Foto yang bagus adalah tiket awal ikut lomba foto. Tapi bagus saja tak cukup, foto itu harus lebih bagus daripada foto-foto lain. Wajar saja, semua peserta pasti mengirimkan foto-foto terbaik mereka untuk dilombakan. Pada saat dipaparkan untuk dinilai juri, ada ratusan bahkan ribuan foto yang tampil. Juri hanya tertarik melihat foto yang menonjol alias stand out of the crowd. Dari foto-foto yang menonjol itu, hanya sedikit saja yang diloloskan untuk jadi juara.

3. Siapkan ide foto
Tak semua foto yang ikut lomba bakal jadi juara. Fotografi berkaitan dengan kreativitas, dan ide foto memegang peranan penting. Kalau ada beberapa foto beride sama dipaparkan untuk dinilai, juri hanya mengambil satu foto saja. Tak mungkin semua foto beride sama bakal menang meski semuanya bagus. Analoginya, jika hanya ada 1 foto bagus yang idenya tak disamai foto-foto lain, maka kans menang lebih gede.

4. Siapkan alat
Alat terbaik penting untuk mendukung foto bagus, tapi foto bagus tak harus dibuat dengan alat terbaik. Hal terpenting mengenai alat adalah Anda menguasai benar kamera dan lensa yang dipakai. Sebagai ilustrasi, terbiasa memakai lensa 70-200mm f/2.8 belum tentu cepat beradaptasi dengan lensa 85mm f/1.2 meski sama-sama lensa idaman dan berjenis lensa tele. Persiapan terpenting mengenai alat adalah fungsi operasional yang normal dan lancar. Piranti penyimpan memori berfungsi baik alias tak “error” menyimpan file foto. Baterai kamera cukup untuk dibawa “bertempur” dan bisa lebih aman dengan baterai cadangan.

5. Kirim sebanyak mungkin sesuai ketentuan
Semakin banyak kirim foto maka semakin besar kans menang. Simak aturan lomba, kirim sebanyak batas maksimal yang diperbolehkan penyelenggara lomba.

6. Sebelum juara harus bermental menang
Tip ini bersifat non-teknis. Alat sebagus apapun di situasi sesempurna apapun tak bakal jadi foto bagus jika mental fotografer tak cukup mumpuni. Setiap kali menjepretkan kamera yang ditujukan untuk ikut lomba, Anda harus membangun suasana diri bahwa foto tersebut disiapkan untuk menang lomba. Secara mental pula, foto-foto yang Anda buat saat itu dikritisi secara mandiri agar sesedikit mungkin punya sisi lemah.

7. Pelajari medan tempur
Jika lomba merupakan event hunting bareng ramai-ramai, kunjungi lokasi lomba sebelum hari-H. Siapkan ide dan amati lokasi agar pada saat lomba lebih mudah menyiapkan foto yang ciamik. Jika lomba bukan merupakan event motret bareng, pastikan lokasi foto sesuai dengan aturan lomba. Meski lokasi foto bisa sama, tapi kejelian menemukan angle memegang peranan penting untuk membuat foto yang stand out of the crowd. Hal utama yang berlaku untuk kedua jenis lomba ini adalah, pelajari rekan-rekan sesama peserta lomba. Meski semua adalah kawan, tapi tak semua bisa juara. Kenali karakter lawan, dan buat foto yang tak sama. Meski bersaing dalam kompetisi, rasa kebersamaan tetap dijunjung tinggi.

8. Send and forget it
Tip ini bersifat non-teknis bahkan tak ada logika langsung. Tapi jika sudah bermental juara sejak memotret, tak perlu was-was menanti tanggal pengumuman lomba. Setelah mengirim foto untuk lomba, lebih baik berkonsentrasi menyiapkan foto-foto juara untuk lomba-lomba berikutnya.


Secara amatir, lomba foto penting untuk eksistensi diri di dunia fotografi. Secara profesional, lomba foto justru amat penting sebagai sarana promosi gratis. Sudah promosi gratis, masih dapat hadiah pula. Banyak fotografer profesional yang mencantumkan prestasi lomba foto di biodata mereka.

Fotografi bersifat terbuka dan egaliter. Dalam lomba yang fair dan jujur, foto menang bukan lantaran nama fotografer. Foto bagus akan terlihat bagus, siapapun fotografernya.

Untuk fotografer profesional, lomba foto juga penting untuk menguji penerimaan khalayak luas terhadap kreativitas mereka terkini. Lomba foto penting pula untuk membuat diri selalu gelisah mengolah ide-ide baru dan tak lekas puas. Menang lomba foto sejatinya bukan karena nama dan kedekatan atau lobi, melainkan karena ide yang kreatif nan cemerlang.


Disain “Swing” Black Rapid RS-7 Camera Strap

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih
Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Fungsi memang perlu, tapi kenyamanan pun penting tanpa mengorbankan keamanan. Ide membuat camera strap seperti Black Rapid RS-7 patut diacungi jempol. Tak membungkukkan tengkuk dan tak mengiritasi leher namun responsif, aman dan nyaman.

Black Rapid RS-7 dalam posisi diselempangkan. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi diselempangkan. Photo by Kristupa Saragih

Bisa dibilang 99 persen bodi kamera pasti diikatkan pada camera strap. Sedemikian penting fungsi camera strap, semakin kritis pula fotografer menyikapi disainnya. Ada camera strap yang dibuat dengan bahan lentur, ada pula yang terbuat dari bahan anti-slip dan ada pula disain camera strap yang mudah dilepas-pasang.

Black Rapid mendisain RS-7 secara cerdik.

Bisa dibilang RS-7 merupakan shoulder-swing camera strap, untuk membedakannya dengan disain konvesional yang digantung di leher. Dalam keadaan standby, kamera terselempang tapi dalam posisi bodi mudah diraih tangan. Jika hendak bersiaga, kamera mudah diraih dan dibidikkan lantas secara nyaman diselempangkan kembali sesuai memotret.

Ujung RS-7 ditancapkan ke bodi kamera dengan baut yang bisa dipasang dengan mudah dan cepat di tripod mount. Kait yang diterpasang di baut berjenis fleksibel dan bisa diputar 360 derajat. Spesifikasi teknis menyebutkan kait dan baut bisa pula dipasang ke tripod-collar mount di lensa 70-200mm f/2.8 dan mampu menanggung beban lensa berikut bodi kamera.

Black Rapid RS-7 dalam posisi kamera dibidikkan. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi kamera dibidikkan. Photo by Kristupa Saragih

Dengan segala fleksibilitas dan kenyamanannya, RS-7 tetap mengedepankan fungsi dan kemudahan. Meski demikian, perlu ada waktu ekstra untuk melepas baut jika bodi kamera hendak dipasang di tripod. Pada waktu berjalan dalam keadaan kamera diselempangkan, sebaiknya tangan tak jauh-jauh dari bodi kamera agar posisi kamera tetap terjaga.

RS-7 disarankan untuk dipakai fotografer semi-pro, pehobi serius fotografi dan peminat pemula fotografi. Harga berkisar Rp 500-600 ribu relatif terjangkau mengingat bahan ripstop nylon dan bomb-proof webbing tentu tak murah, demikian pula dengan baut dan kait yang kuat.

Pilihan jenis camera strap memang amat pribadi, tak sama bagi semua fotografer lantaran sesuai selera masing-masing. Tapi RS-7 patut dipertimbangkan bagi penyuka street photography. Selain itu, jika tak banyak memakai tripod dan monopod, RS-7 terasa amat nyaman dan bisa diandalkan.

Jika memakai dua bodi kamera secara bersamaan, ada tipe camera lain buatan Black Rapid yang bisa dipertimbangkan.

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi preview LCD kamera. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi preview LCD kamera. Photo by Kristupa Saragih


Memahami Fotografi Arsitektur

Golf Avenue - Citraland Surabaya. Photo by Kristupa Saragih
Golf Avenue - Citraland Surabaya. Photo by Kristupa Saragih

Golf Avenue - Citraland Surabaya. Photo by Kristupa Saragih

Fotografi dan arsitektur, dua hal yang berhubungan erat. Demikianlah fotografi arsitektur mengabadikan subyek-subyek arsitektur dalam bungkus estetika fotografi. Tak hanya menonjolkan subyek arsitektural, tapi juga mengindahkan kaidah-kaidah fotografi.

Hal terpenting dalam fotografi arsitektur, dan cabang-cabang fotografi lainnya, adalah cahaya. Cahaya bisa menampilkan wujud dan bentuk, yang bermuara pada visualisasi dimensi. Cahaya melahirkan bayangan, yang jangan dihilangkan, melainkan dimainkan dengan cantik. Permainan bayangan niscaya tak kalah ampuh untuk juga menampilkan wujud, bentuk dan dimensi.

\ - Fort Rotterdam, Makassar. Photo by Kristupa Saragih

\ - Fort Rotterdam, Makassar. Photo by Kristupa Saragih

Panjang pendek bayangan dan keras lembut cahaya memegang peranan penting dalam pencahayaan fotografi arsitektur. Kerap kali ada kendala beda kontras tinggi, semisal dalam foto interior, yang bisa diatasi dengan pemahaman mumpuni tentang pencahayaan. Demikian pula dengan karakter material bangunan dan interior, yang bisa tampil baik dengan pemahaman pencahayaan yang baik pula.

Tanpa pemahaman baik tentang pencahayaan, fotografi arsitektur hanya berupa foto dokumentasi biasa yang kebetulan bersubyek karya arsitektur.

Selain kaidah-kaidah pencahayaan, fotografi arsitektur patut menempatkan komposisi fotografi pada posisi penting. Elemen-elemen titik, garis, bentuk dan wujud dalam karya arsitektur mudah diramu jadi sajian komposisi yang sedap dipandang. Komposisi berhadapan dengan persepsi, dan persepsi berdiri di atas imajinasi. Demikianlah fotografi arsitektur berdiri kokoh di atas pemahaman estetika visual.

Karya arsitektur mudah dijumpai dan merupakan hal menyenangkan untuk mengabadikannya dalam karya foto. Lagipula, fotografi arsitektur tak hanya bersubyek bangunan, melainkan juga pemukiman, kawasan dan kota. Akan lebih bermakna dan bernas jika fotografi arsitektur memvisualisasikan keberadaan karya arsitektur dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Dual View - Fort Rotterdam, Makassar. Photo by Kristupa Saragih

Dual View - Fort Rotterdam, Makassar. Photo by Kristupa Saragih

 

Colourful Windows - Singapore. Photo by Kristupa Saragih

Colourful Windows - Singapore. Photo by Kristupa Saragih

Tengkera Mosque - Malacca. Photo by Kristupa Saragih

Tengkera Mosque - Malacca. Photo by Kristupa Saragih

View From Ban Po Thar - Penang. Photo by Kristupa Saragih

View From Ban Po Thar - Penang. Photo by Kristupa Saragih