Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Disain “Swing” Black Rapid RS-7 Camera Strap

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Fungsi memang perlu, tapi kenyamanan pun penting tanpa mengorbankan keamanan. Ide membuat camera strap seperti Black Rapid RS-7 patut diacungi jempol. Tak membungkukkan tengkuk dan tak mengiritasi leher namun responsif, aman dan nyaman.

Black Rapid RS-7 dalam posisi diselempangkan. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi diselempangkan. Photo by Kristupa Saragih

Bisa dibilang 99 persen bodi kamera pasti diikatkan pada camera strap. Sedemikian penting fungsi camera strap, semakin kritis pula fotografer menyikapi disainnya. Ada camera strap yang dibuat dengan bahan lentur, ada pula yang terbuat dari bahan anti-slip dan ada pula disain camera strap yang mudah dilepas-pasang.

Black Rapid mendisain RS-7 secara cerdik.

Bisa dibilang RS-7 merupakan shoulder-swing camera strap, untuk membedakannya dengan disain konvesional yang digantung di leher. Dalam keadaan standby, kamera terselempang tapi dalam posisi bodi mudah diraih tangan. Jika hendak bersiaga, kamera mudah diraih dan dibidikkan lantas secara nyaman diselempangkan kembali sesuai memotret.

Ujung RS-7 ditancapkan ke bodi kamera dengan baut yang bisa dipasang dengan mudah dan cepat di tripod mount. Kait yang diterpasang di baut berjenis fleksibel dan bisa diputar 360 derajat. Spesifikasi teknis menyebutkan kait dan baut bisa pula dipasang ke tripod-collar mount di lensa 70-200mm f/2.8 dan mampu menanggung beban lensa berikut bodi kamera.

Black Rapid RS-7 dalam posisi kamera dibidikkan. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi kamera dibidikkan. Photo by Kristupa Saragih

Dengan segala fleksibilitas dan kenyamanannya, RS-7 tetap mengedepankan fungsi dan kemudahan. Meski demikian, perlu ada waktu ekstra untuk melepas baut jika bodi kamera hendak dipasang di tripod. Pada waktu berjalan dalam keadaan kamera diselempangkan, sebaiknya tangan tak jauh-jauh dari bodi kamera agar posisi kamera tetap terjaga.

RS-7 disarankan untuk dipakai fotografer semi-pro, pehobi serius fotografi dan peminat pemula fotografi. Harga berkisar Rp 500-600 ribu relatif terjangkau mengingat bahan ripstop nylon dan bomb-proof webbing tentu tak murah, demikian pula dengan baut dan kait yang kuat.

Pilihan jenis camera strap memang amat pribadi, tak sama bagi semua fotografer lantaran sesuai selera masing-masing. Tapi RS-7 patut dipertimbangkan bagi penyuka street photography. Selain itu, jika tak banyak memakai tripod dan monopod, RS-7 terasa amat nyaman dan bisa diandalkan.

Jika memakai dua bodi kamera secara bersamaan, ada tipe camera lain buatan Black Rapid yang bisa dipertimbangkan.

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi preview LCD kamera. Photo by Kristupa Saragih

Black Rapid RS-7 dalam posisi preview LCD kamera. Photo by Kristupa Saragih

4 responses

  1. allan

    bisa didapat dimana nih oom?

    March 8, 2011 at 2:02 PM

  2. mirip C-Loop sekilas desain dan fungsinya – http://www.kickstarter.com/projects/customslr/c-loop-camera-strap-mount-solution

    March 8, 2011 at 2:45 PM

  3. Sega

    mas kris mau tanya dong.
    di shoulder pad nya itu, apa memang seperti patah ya dalaman busanya ?

    May 30, 2011 at 5:35 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s