Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Archive for December, 2011

Kebhinekaan SMA Kolese De Britto, Catatan Dari MPK 2011

Misa ekaristi reuni informal alumni SMA Kolese De Britto MPK (Manuk Pulang Kandang) 2011 dengan khotbah dari alumni De Britto Rm Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr. Foto oleh: Kristupa Saragih
Misa ekaristi reuni informal alumni SMA Kolese De Britto MPK (Manuk Pulang Kandang) 2011 dengan khotbah dari alumni De Britto Rm Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr. Foto oleh: Kristupa Saragih

Misa ekaristi reuni informal alumni SMA Kolese De Britto MPK (Manuk Pulang Kandang) 2011 dengan khotbah dari alumni De Britto Rm Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr, Selasa (27/12). Foto oleh: Kristupa Saragih

Ada catatan menarik dari reuni alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Selasa (27/12). Presiden Ikatan Alumni SMA Kolese De Britto H Datuk Sweida Zulalhamsyah antara lain membahas situasi aktual kebebasan beribadah di Indonesia  dan kebhinekaan di SMA swasta Katolik ini. Acara reuni informal tahunan ini diberi tajuk Manuk Pulang Kandang (MPK), karena semua siswa laki-laki. Setiap gelaran MPK dimulai dengan ibadah misa ekaristi.

Presiden Ikatan Alumni SMA Kolese De Britto H Datuk Sweida Zulalhamsyah memberi sambutan di MPK 2011, Selasa (27/12). Foto oleh Kristupa Saragih

Presiden Ikatan Alumni SMA Kolese De Britto H Datuk Sweida Zulalhamsyah memberi sambutan di MPK 2011, Selasa (27/12). Foto oleh Kristupa Saragih

“Saya adalah seorang Muslim, tapi saya ikut misa yang membuka acara ini. Saya hadir karena kasih, yang diajarkan sekolah ini kepada saya dan kita semua,” papar Datuk Sweida, yang adalah seorang haji ini. Lulusan De Britto tahun 1973 ini kemudian mengaitkan ibadah di reuni alumni sekolah ini dengan hal aktual kebebasan beribadah di negeri ini. Datuk Sweida menyebut beberapa kasus di Jawa Barat yang berkaitan dengan penolakan masyarakat terhadap gereja dan kegiatan ibadah.

“Anda bisa bebas beribadah di sini dengan tenang. Tapi di sana saudara-saudara kita menghadapi situasi yang berbeda,” ungkap Datuk Sweida dengan nada keras.

SMA Kolese De Britto saat ini melahirkan lebih dari 700 alumni setiap tahun. Sekolah homogen dengan pendidikan bebas ini didirikan 19 Agustus 1948 oleh rohaniwan-rohaniwan Katolik ordo Serikat Jesus (SJ). Meskipun sekolah Katolik, SMA De Britto menerima murid-murid beragama selain Katolik.

Reuni informal MPK digelar tiap akhir Desember, selalu digelar di sekolah. MPK 2011 dihadiri sekitar 200 alumni dari seluruh angkatan, bertema “Ndandani Kandang Manuk” yang artinya memperbaiki sekolah. “Bukan memperbaiki dalam arti fisik, melainkan membenahi segala sesuatu di sekolah,” ungkap Ignatius Supriyatmo, purnawirawan TNI AU berpangkat Marsekal Pertama dan lulusan De Britto 1965, dalam sambutan usai misa sebagai wakil alumni.

Dalam suasana reuni, para alumni menikmati jualan es Si Bob, yang sudah berjualan di SMA Kolese De Britto sejak dahulu, sebagai nostalgia, Selasa (27/12). Foto oleh Kristupa Saragih

Dalam suasana reuni, para alumni menikmati jualan es Si Bob, yang sudah berjualan di SMA Kolese De Britto sejak dahulu, sebagai nostalgia, Selasa (27/12). Foto oleh Kristupa Saragih

Advertisements

Matahari Terbenam di Sumba Barat, NTT

Sunset in Marosi Beach, West Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790
Sunset in Marosi Beach, West Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790

Sunset in Marosi Beach, West Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790

Suasana senja dan matahari terbenam selalu jadi subyek foto wajib. Tempat seindah Sumba Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan banyak lokasi sunset yang menarik. Sempat banyak foto dibuat dengan kamera di ponsel BlackBerry 9900, juga ada 1 video.

Memotret dengan kamera ponsel menyenangkan, tak perlu dipusingkan aspek-aspek teknik. Memang secara kualitas tak akan menyamai kamera DSLR profesional yang saya bawa, tapi kamera sesimpel ponsel seringkali ampuh dan handal. Foto-foto dibuat di Pantai Marosi dan tempat menginap di Sumba Nautil Resort, Lamboya.

One of favorite place for sunset in West Sumba, Marosi Beach. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790

One of favorite place for sunset in West Sumba, Marosi Beach. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790

Pathway light in Sumba Nautil Resort, Lamboya, West Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia. This photo shows dynamic range of camera in BlackBerry 9790. It capture good detail in shadow area with a little noise and good detail in highlight with a little washout. Photo by Kristupa Saragih by BlackBerry 9790

Pathway light in Sumba Nautil Resort, Lamboya, West Sumba, East Nusa Tenggara, Indonesia. This photo shows dynamic range of camera in BlackBerry 9790. It capture good detail in shadow area with a little noise and good detail in highlight with a little washout. Photo by Kristupa Saragih by BlackBerry 9790

Camera in BlackBerry 9790 tolerates high dynamic range. It captures a highlight in left side of the model and good details on reflection on water surface. Colors is good. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790

Camera in BlackBerry 9790 tolerates high dynamic range. It captures a highlight in left side of the model and good details on reflection on water surface. Colors is good. Photo by Kristupa Saragih with BlackBerry 9790

 


Stasiun Kereta Api Da Lat, Vietnam

Salah satu sudut Stasiun Da Lat, Vietnam yang bergaya arsitektur art deco. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900
Stasiun Kereta Api Da Lat, Vietnam. Tiga atap tinggi di bangunan utama melambangkan ketiga puncak bukit Liang Biang. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Kereta Api Da Lat, Vietnam. Tiga atap tinggi di bangunan utama melambangkan ketiga puncak bukit Liang Biang. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Mengunjungi Da Lat, kota wisata di Vietnam Selatan, berkaitan dengan Crossing Bridges 8 Vietnam 2011, saya dan kawan-kawan fotografer 5 negara ASEAN mampir ke Stasiun Kereta Api Da Lat, Senin (14/11). Semula biasa saja, sampai seluruh rombongan tiba di tempat barulah tersadar bahwa bangunan stasiun KA ini mempesona. Terpelihara baik, rapi dan bersih, Stasiun Da Lat masih berfungsi hingga kini.

Membawa kamera besar sudah pasti, apalagi Crossing Bridges adalah ajang pertemuan tahunan fotografer-fotografer Asia Tenggara. Tapi merekam keindahan karya arsitektur Stasiun Da Lat terasa menyenangkan juga dengan kamera sesederhana ponsel BlackBerry 9900.

Gaya arsitektur art deco berpadu dengan elemen Cao Nguyen di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Gaya arsitektur art deco berpadu dengan elemen Cao Nguyen di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Didesain pada tahun 1932, arsitek-arsitek Perancis Moncet dan Reveron memilih gaya art deco dipadu dengan elemen lokal Cao Nguyen, yang ada di rumah-rumah besar dataran tinggi Vietnam Tengah. Secara umum, desain Stasiun Da Lat dibuat mirip dengan stasiun di Normandy. Stasiun ini mulai beroperasi tahun 1938 dan oleh pemerintah kolonial Perancis dibuat untuk melayani jalur Da Lat-Thap Cam.

Tiga puncak atap Stasiun Da Lat didesain untuk melambangkan ketiga puncak Pegunungan Liang Biang di Da Lat. Stasiun ini berhenti beroperasi pada saat Perang Vietnam tahun 1960-an. Pada tahun 1990-an, usaha restorasi Stasiun Da Lat dan jalur kereta api dimulai untuk kepentingan pariwisata. Tahun 2001 Stasiun Da Lat diresmikan sebagai gedung bersejarah yang dilindungi.

Kekhasan gaya arsitektur art deco rancangan arsitek Perancis Moncet dan Reveron di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Kekhasan gaya arsitektur art deco rancangan arsitek Perancis Moncet dan Reveron di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Da Lat wajib dikunjungi pecinta arsitektur, penyuka perkeretaapian dan fotografer arsitektur.

Semua foto yang menyertai tulisan ini dibuat dengan kamera ponsel BlackBerry 9900 tanpa editing apapun.

Salah satu sudut Stasiun Da Lat, Vietnam yang bergaya arsitektur art deco. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Salah satu sudut Stasiun Da Lat, Vietnam yang bergaya arsitektur art deco. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Da Lat terpelihara baik, rapi dan bersih dan difungsikan untuk kepentingan pariwisata. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Da Lat terpelihara baik, rapi dan bersih dan difungsikan untuk kepentingan pariwisata. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900