Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Megapiksel, Seberapa Penting? #megapiksel #FN9

Kamera digital semakin modern seiring perkembangan teknologi digital. Megapiksel sebagai satuan resolusi sensor kamera digital jadi tolok ukur. Padahal megapiksel selayaknya disikapi dengan benar dan bijaksana.

Asumsi pertama, semakin besar megapiksel maka semakin bagus kualitas foto. Asumsi ini benar dan tidak benar. Benar, karena biasanya kamera beresolusi tinggi dibarengi teknologi canggih. Tidak benar, lantaran kualitas foto lebih ditentukan oleh fotografer, the man behind the camera, dan piranti-piranti pendukung, seperti lensa.

Asumsi kedua, semakin besar megapiksel maka semakin mahal harga kamera. Asumsi ini juga benar sekaligus tidak benar. Benar, karena harga keping sensor semakin mahal seiring dengan resolusi. Tidak benar, lantaran saat ini sudah banyak kamera saku dan kamera ponsel beresolusi hingga 12 megapiksel, bahkan lebih, yang berharga terjangkau orang banyak.

Argumentasi megapiksel akan bermuara pada kebutuhan mencetak foto. Tapi di era digital ini, seberapa sering Anda mencetak foto? Seberapa besar pula foto Anda cetak?

Karya fotografer profesional bisa dipasang pada papan reklame 5×10 meter. Tapi resolusi untuk gambar di papan reklame hanya 72 dpi, karena tak mungkin orang mengamatinya dari jarak sejengkal. Pertengahan tahun 2000, kamera DSLR 6 megapiksel sudah bisa menghasilkan foto untuk billboard 5×10 meter dalam kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sebagai fotografer amatir, foto bisa dipamerkan dan diperjualbelikan sebagai karya seni. Lazimnya ukuran foto untuk pameran berkisar pada 30×40 cm dan 40×60 cm, jarang yang diperbesar hingga 50×75 cm. Seberapa sering pula karya Anda dipamerkan dan dibeli orang sebagai karya seni?

Menenteng kamera canggih, sudah pasti menampilkan kesan mentereng. Tapi jika foto-foto yang dihasilkan kamera itu hanya untuk diunggah ke Facebook, tentu sudah sepatutnya kita tempatkan megapiksel secara bijaksana.

Jika mengikuti kenginan, tak ada batasnya. Tapi kebutuhan punya pertimbangan rasional.

7 responses

  1. Nice notes chief ..

    March 19, 2012 at 8:12 PM

  2. rendra

    i like it
    jadi orang tidak akan menilai dengan kamera kita berkarya tetapi lbh kepada hasil

    March 19, 2012 at 8:26 PM

  3. fys

    totaly agree with u master,
    yg dilihat dr fotografi bukanlah kameranya, tp hasil dr jepretannya..

    March 19, 2012 at 11:28 PM

  4. choco fariadi

    sangat mengesankan…. i am agree

    March 20, 2012 at 12:56 AM

  5. setuju dengaan argumennya bang🙂

    March 20, 2012 at 12:14 PM

  6. bukannya semua orang tau hal ini…

    March 22, 2012 at 6:24 AM

  7. mantap sekali postinganya. menandakan anda profesional di bidang ini

    January 29, 2013 at 12:37 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s