Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Foto: Pawai Malam Takbiran 1435H di Jogja

 

Penjual wedang ronde di Alun-alun Utara Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Penjual wedang ronde di Alun-alun Utara Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

 

Tahun ini jadi kali ketiga saya memotret pawai malam takbiran di Jogja. Pada takbiran tahun 2010, saya memotret di Alun-Alun Utara Yogyakarta, dan di-posting di Foto: Pawai Malam Takbiran 1431H di Jogja. Sementara takbiran tahun 2012, takbiran berpindah ke Alun-Alun Selatan Yogyakarta, yang saya posting di Foto: Pawai Malam Takbiran 1433H di Jogja.

Takbiran 1435H pada 2014 kembali berlokasi di Alun-Alun Utara.

 

Anak-anak menyandang atribut mainan menyerupai senapan di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Anak-anak menyandang atribut mainan menyerupai senapan di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

 

Isu-isu aktual mewarnai atribut para peserta pawai. Karena isu Jalur Gaza antara Palestina dan Isreal sedang mencuat, banyak peserta pawai menyesuaikan atribut-atribut mereka. Ada bendera Palestina yang dikibar-kibarkan di muka barisan. Ada sebarisan anak-anak bertutup muka menyandang senapan mainan. Tentu, mereka semua berpawai sembari menggemakan takbir.

 

Photo 27-07-14 21.30.55_lowres_takbiran_jogja_2014

Atribut kendaraan lapis baja di pawai Malam Takbiran 1435H tahun 2014 berkaitan dengan isu aktual seputar Jalur Gaza di Timur Tengah. Foto: Kristupa Saragih

 

Takbiran tahun ini menjadi kali pertama saya memakai kamera mirrorless untuk memotret rangkaian pawai. Cukup memakai lensa kit 18-55, saya juga melengkapi kamera dengan flash standar ber-GN kecil, namun memadai.

Secara umum, memotret dengan kamera mirrorless jadi lebih menyenangkan karena lebih ringkas dan tak menarik perhatian. Berbeda dengan fotografer-fotografer lain peliput acara yang sama, DSLR menarik perhatian dan kerap mempengaruhi pendekatan ke subyek foto. Subyek foto bergerak tak masalah, lantaran bisa saya atasi dengan modus autofokus continuous. Sementara kondisi pencahayaan redup bisa diatasi dengan mengaktikan lampu AF-assist di bodi kamera.

Usai memotret, sembari santai menyeruput wedang ronde di tepi alun-alun, saya mentransfer foto dari kamera ke ponsel secara nirkabel alias wireless.

 

Barisan anak-anak perempuan menyerukan gema takbir pada Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Barisan anak-anak perempuan menyerukan gema takbir pada Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

 

Sederetan anak laki-laki berkostum khas Timur Tengah di pawai Malam Takbiran 2014 di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Sederetan anak laki-laki berkostum khas Timur Tengah di pawai Malam Takbiran 2014 di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

 

Sekelompok anak laki-lagi berkostum khas Timur Tengah beratribut mainan mirip senjata di pawai Malam Takbiran 2014 di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Sekelompok anak laki-lagi berkostum khas Timur Tengah beratribut mainan mirip senjata di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

 

Sepasang anak perempuan berkostum unik di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Sepasang anak perempuan berkostum unik di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

 

Bendera Palestina dan bendera Indonesia di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Bendera Palestina dan bendera Indonesia di pawai Malam Takbiran 1435H di Yogyakarta. Foto: Kristupa Saragih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s