Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Obituari Hubert Januar #FN12 Modz @FotograferNet

image

Saya kenal Hubert Januar sejak pertengahan 1990-an. Waktu itu sekedar kenal nama, lantaran nama kami sering menghiasi majalah fotografi Indonesia sebagai pemenang lomba foto bulanan. Di lomba-lomba foto di berbagai tempat di Indonesia pun kami sering sama-sama menempatkan nama sebagai juara.

Ketika Fotografer.net (FN) mendaring Desember 2002, Hubert termasuk di 10 ribu anggota pertama di bulan pertama usia FN, bernomor ID FN 6721. Sebagai sosok muda dan jawara fotografi Indonesia, merupakan kehormatan bagi FN memiliki moderator sekaliber Hubert.

Tatap muka sering terjadi sejak saya mulai sering berkeliling sebagai pembicara dan juri fotografi. Hubert sering menjemput dan mengantar saya ke Bandara Juanda Surabaya dengan mobil Panther “perang”-nya itu bersama David Hermandy.

Aktif sebagai senior unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Universitas Petra Surabaya, Hubert beberapa kali melibatkan saya di kegiatan-kegiatan adik-adiknya di kampus. Hubert pun sering mengajak saya makan masakan-masakan kesenangan kami bersama istrinya Julia, anaknya dan sahabatnya David Hermandy.

Kami pun sering berburu foto bersama. Hubert hafal tempat-tempat bagus di Bali dan tanggal-tanggal upacara sesuai kalender Bali. Ia kerap mengemudikan sendiri Panther-nya Surabaya-Bali pp. Semangat terpancar dari matanya, apalagi jika dapat foto-foto bagus.

Meski bersahabat baik dengan saya, Hubert kritis. Justru karena kami bersahabat ia berani berkata apa-adanya. Tak hanya soal fotografi namun sampai hal-hal pribadi. Saya pun demikian.

Pada 2006 ketika kami sama-sama menjadi juri lomba foto di Bali, kebetulan kami ditempatkan di kamar penginapan yang sama. Kami mengkritisi usia para senior yang sudah layak regenerasi. Saya memilih memperbaiki situasi dari luar. Sementara Hubert bersikap, kalau ingin memperbaiki harus dari dalam. Kami pun menyebut nama-nama fotografer muda yang secara kualitas mumpuni, terbukti diakui masyarakat luas dan kreatif, dalam arti enggan mengulang karya yang pernah ada atau mem-“fotokopi” karya orang lain. Demi wibawa fotografi Indonesia.

Tatkala Hubert terkendala kehidupan pribadi, bisnisnya pun terpengaruh. Hubert sempat mampir ke Jogja beberapa kali, bahkan pernah sekali menginap di kantor FN untuk beberapa malam.

Saya mengenal Hubert juga sebagai kolektor kamera. Sebagai penggemar fanatik Nikon, Hubert mengoleksi banyak piranti langka. Suatu kali Hubert membanggakan bodi kamera bernomor cantik yang baru diperolehnya.

Meski untuk urusan “agama” kami berseberangan, Hubert menganggap kesenangan bukanlah hal untuk diperdebatkan. Meski sifat Hubert yang kritis sering dianggap orang sebagai sesuatu yang mengundang debat.

Kontak kami terakhir beberapa bulan lalu ketika FN mengaktifkan chat room di sebuah messenger. Saya menelepon Hubert dan saling meng-update kabar terakhir. Terpancar sebersit energi harapan dari suaranya tentang masa depan yang lebih baik.

Namun kenyataan mengarahkan Hubert ke kehidupan yang terbaik, di pangkuan-Nya.

Selamat jalan, Hubert Januar. Saya yakin, seperti saya yang kehilangan sosok muda Surabaya penggerak fotografi Indonesia, banyak penggiat fotografi yang kehilangan Hubert.

Hubert boleh pergi, namun karya-karyanya abadi.

Biar foto yang bicara.

image

2 responses

  1. Rest In Peace Om Hubert Januar

    March 17, 2015 at 1:27 PM

  2. inspiratif pak.. ijin belajar..

    March 19, 2015 at 7:42 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s