Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Posts tagged “CB7

Crossing Bridges 7 Day 04: Island-hopping to San Carlos City

Iseng mengisi waktu luang di atas MV Lite Ferry 10 menyeberang dari Toledo ke San Carlos. Dua kontingen Indonesia, Arsi (kiri) dan Dennis (kanan). Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700
Tiket MV Lite Ferry 10 yang membawa rombongan CB7 dari Toledo City di Pulau Cebu ke San Carlos City di Pulau Negros. Foto oleh: Kristupa Saragih

Tiket MV Lite Ferry 10 yang membawa rombongan CB7 dari Toledo City di Pulau Cebu ke San Carlos City di Pulau Negros. Foto oleh: Kristupa Saragih

Minggu, 21 November 2010
Hari 4 Crossing Bridges 7 Philippines 2010

Hari keempat dibuka dengan bangun pagi, seperti biasa, di penginapan sederhana di Balamban. Jam 6 pagi rombongan diberangkatkan dari hotel ke pelabuhan di Toledo City. Telat bangun, berarti ketinggalan rombongan dan ketinggalan kapal.

Pelabuhan Toledo bersih dan besar. Sedikitnya ada 3 kali pelayaran bolak-balik Toledo dan San Carlos. Toledo berada di Pulau Cebu, Provinsi Cebu, sementara San Carlos berada di Pulau Negros, Provinsi Negros Occidental. Rute ini dilayani kapal feri jenis ro-ro, seperti kapal feri penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Becak sepeda di Pelabuhan Toledo City. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Becak sepeda di Pelabuhan Toledo City. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Pelabuhan Toledo City yang bersih dan tertib. Penumpang masuk ke kapal secara tertib dan teratur. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Pelabuhan Toledo City yang bersih dan tertib. Penumpang masuk ke kapal secara tertib dan teratur. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Arsi, peserta CB7 kontingen Indonesia, merekam suasana Pelabuhan Toledo City dengan kamera video. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Arsi, peserta CB7 kontingen Indonesia, merekam suasana Pelabuhan Toledo City dengan kamera video. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Pandangan dari dek kapal MV Lite Ferry 10 yang membawa rombongan CB7 menyeberang dari Toledo City ke San Carlos City. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Pandangan dari dek kapal MV Lite Ferry 10 yang membawa rombongan CB7 menyeberang dari Toledo City ke San Carlos City. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Iseng mengisi waktu luang di atas MV Lite Ferry 10 menyeberang dari Toledo ke San Carlos. Dua kontingen Indonesia, Arsi (kiri) dan Dennis (kanan). Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Iseng mengisi waktu luang di atas MV Lite Ferry 10 menyeberang dari Toledo ke San Carlos. Dua kontingen Indonesia, Arsi (kiri) dan Dennis (kanan). Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Bedanya, pelabuhan asal dan pelabuhan tujuan di Toledo dan San Carlos ini amat bersih dan tertib. Kapal feri pun bersih, rapi, tertib dan tak bau. Pendingin udara berfungsi baik. Amat nyaman untuk perjalanan sekitar 1 jam.

Tiba di San Carlos City, disambut panitia setempat dari kantor pariwisata Provinsi Negros Occidental. Dibawa ke dua pasar tradisional, mirip dengan di Indonesia, tapi lagi-lagi pasar di kota kecil ini amat bersih, tak becek dan tak bau. Sebelum makan siang, rombongan sempat berkunjung ke pusat daur-ulang sampah kota San Carlos. Ternyata bisnis ini cukup menguntungkan.

 

Salah satu komoditas pusat daur ulang sampah kota San Carlos yang jadi sumber penghasilan kota. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Salah satu komoditas pusat daur ulang sampah kota San Carlos yang jadi sumber penghasilan kota. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

 

Setelah melepas penat sejenak di hotel, rombongan Crossing Bridges 7 (CB7) bergerak menuju semacam kota. Ada sekelompok seniman body painting yang sedang berkarya. Belasan mahasiswa institut seni setempat sedang dilukis body painting dan jadi sasaran tembakan kamera 80 peserta CB7.

Kota San Carlos bukanlah kota besar. Populasi tercatat hanya 33 ribu jiwa saja. Selepas jam 7 malam jalanan sudah sepi. Tapi kota ini tumbuh sebagai kota pelabuhan dan sekarang terkenal karena seniman body painting. Selain itu ada festival tahunan Pintaflores tiap bulan November yang selalu dinanti.

 

Sajian tari-tarian khas Negros di depan gedung pertemuan terbesar di San Carlos City sebelum jamuan makan malam bersama walikota dan sejumlah pejabat kota. Spontan para penari jadi sasaran tembak para peserta CB7. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Sajian tari-tarian khas Negros di depan gedung pertemuan terbesar di San Carlos City sebelum jamuan makan malam bersama walikota dan sejumlah pejabat kota. Spontan para penari jadi sasaran tembak para peserta CB7. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Malam ditutup dengan makan malam bersama walikota di gedung pertemuan terbesar di San Carlos. Puluhan penari menyambut rombongan CB7 sebelum masuk ke gedung. Makan malam diakhiri pertunjukan tari body painting di depan walikota dan sejumlah pejabat kota.

 

Seluruh peserta CB7 bermalam di San Carlos City, di 5 hotel terpisah lantaran tak ada hotel yang cukup besar menampung ke-80 peserta CB7.

 

Pertunjukan tari body painting usai jamuan makan malam di hadapan walikota San Carlos City dan para pejabat kota. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

Pertunjukan tari body painting usai jamuan makan malam di hadapan walikota San Carlos City dan para pejabat kota. Foto oleh: Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9700

 

 


Crossing Bridges 7 Day 01: Great Welcome Dinner by The Governor of Cebu Philippines

Crossing Bridges 7 Day 02: Aloguinsan, Pinamungajan and Toledo

Crossing Bridges 7 Day 03: Baranggai, Tuburan and Tobuelan

Advertisements

Crossing Bridges 7 Day 03: Baranggai, Tuburan and Tobuelan

Sabtu, 20 November 2010
Hari 3 Crossing Bridges 7 Philippines 2010

Hari kedua Crossing Bridges 7 (CB 7) Philippines 2010 dimulai pukul 6 pagi waktu setempat. Sarapan di Knight’s Cafe Hotel di Balamban, 80 fotografer dari 5 negara lantas meluncur menuju dataran tinggi Baranggai. Matahari pagi bersinar hangat dan langit bersih berwarna biru amat memanjakan fotografer.

Masih di dataran tinggi Baranggai, peserta CB 7 dibagi jadi 2 kelompok. Tempat tujuan memotret tak cukup menampung seluruh peserta. Satu kelompok turun ke dasar sungai dan memotret di gua. Sementara kelompok lain naik ke puncak bukit memotret di Monumen Ramon Magsaysay.

Jamuan makan siang di rumah Vice Mayor of Balamban, di rumah yang asri nan nyaman dengan pemandangan dataran tinggi nan indah. Lantas perjalanan dilanjutkan menuju Tuburan.

Tuburan amat indah dengan pantainya. Sambutan tari-tarian begitu meriah. Anak-anak yang bermain di mata air tawar di tepi pantai jadi sasaran tembak para peserta CB 7. Sepanjang jalan di kota Tuburan, anak2 sekolah berbaris sepanjang jalan yang dilalui iring-iringin sekitar 20 mobil CB 7. Rasanya bak tamu negara.

Sunset dinikmati di Tobuelan, masih di Provinsi Cebu. Makan malam dijamu Mayor of Tobuelan di halaman Balaikota yang luas. Atraksi tari-tarian tampil silih berganti. Di akhir acara, seluruh peserta CB7 ikut menari bersama anak-anak penari di Balaikota Tobuelan.

Bermalam kembali di Balamban.

Dataran tinggi Baranggai, Cebu, Philippines. Foto oleh: Kristupa Saragih

Dataran tinggi Baranggai, Cebu, Philippines. Foto oleh: Kristupa Saragih

Posted with WordPress for BlackBerry.


Crossing Bridges 7 Day 02: Aloguinsan, Pinamungajan and Toledo

Jumat, 19 November 2010
Hari 2 Crossing Bridges 7 Philippines 2010

Hari kedua Crossing Bridges 7 (CB 7) dimulai dini hari. Dikawal 2 mobil SWAT Kepolisian Filipina dan 1 ambulans, iring-iringan lebih dari 14 mobil meninggalkan Cebu menuju Aloguinsan, Provinsi Cebu. Langit masih gelap, udara sejuk.

Perhentian di Aloguinsan memanjakan fotografer. Sembari sarapan pagi di tepi laut, kamera merekam kehidupan nelayan yang ramah. Beberapa peserta sempat menumpang perahu demi memotret para nelayan dari dekat. Makan pagi bersama Walikota Aloguinsan dengan suguhan tari-tarian yang fotogenik.

Sebelum makan siang, peserta mengunjungi Pinamungajan. Disambut Walikota Pinamungajan, tak jauh dari Balaikota ada pasar induk setempat. Kebetulan Jumat adalah hari pasaran, hingga tak sulit bagi fotografer menghabiskan kartu memori di sana. Makan siang dijamu oleh Walikota Pinamungajan yang cantik itu dengan suguhan tari-tarian dan penyanyi anak-anak.

Petang hari, rombongan CB7 tiba di Toledo. Disambut Walikota Toledo di Balaikota Toledo yang megah itu, suguhan tari-tarian kembali memeriahkan suara rana kamera yang riuh mengabadikan. Tak lama di Balaikota, karena senja sudah menjelang.

Sore itu ditutup dengan kunjungan ke tambang tembaga Carmen Copper Corporation. Tambang yang masih aktif beroperasi ini berikan kesempatan kepada awam untuk memotret hingga di tepi mine pit. Suatu kesempatan langka, tentu setelah safety induction briefing.

Rangkaian acara hari pertama CB7 ditutup dengan makan malam di Balamban. Terasa meriah lantaran ada kejutan berupa atraksi kembang api seusai makan malam. Briefing malam dilakukan di Balaikota Balamban setelah suguhan tari-tarian.

Nelayan di Aloguinsan, Cebu, Philippines. Foto oleh: Kristupa Saragih

Nelayan di Aloguinsan, Cebu, Philippines. Foto oleh: Kristupa Saragih

Hari pertama diakhiri dengan bermalam di Balamban. Karena keterbatasan kapasitas hotel, 80 peserta CB7 menginap di 2 hotel terpisah. Hari pertama yang cukup panjang dan melelahkan. Tapi terasa bak tamu negara lantaran sambutan-sambutan meriah dengan atraksi tari-tarian di tiap kota yang dikunjungi.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Crossing Bridges 7 Day 01: Great Welcome Dinner by The Governor of Cebu Philippines

Kamis, 18 November 2010
Hari 1 Crossing Bridges 7 Philippines 2010

Cebu cerah menyambut 80 peserta Crossing Bridges 7 (CB 7) yang berasal dari 5 negara: Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Filipina. Hari pertama ditandai dengan konferensi pers di Kantor Gubernur Provinsi Cebu di pusat kota Cebu. Tuan rumah FPPF (Federation of Philippines Photography Foundation) menyiapkan segala sesuatu dengan rapi.

Malam hari, seluruh peserta CB 7 dijamu makan malam oleh Gubernur Provinsi Cebu di Kantor Gubernur. Hadir pada jamuan makan malam tersebut Provincial Board Member Agnes Magpale, yang juga adalah pejabat otoritas pariwisata Cebu. Seluruh peserta dimanjakan dengan pertunjukan tari-tarian tanpa henti sejak acara dimulai pukul 19 hingga usai pukul 21 waktu setempat.

Agnes Magpale mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta CB 7 di Provinsi Cebu. Sementara para pemimpin kontingen negara berulang kali menyebutkan hal persahabatan melalui fotografi dalam sambutan mereka masing-masing.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Menyongsong Crossing Bridges 7 Philippines 2010

Besok, 18 November 2010 Crossing Bridges digelar. Ajang pertemuan tahunan forum persahabatan komunitas fotografi Asia Tenggara ini digelar untuk kali ketujuh di Western Visayas, Filipina. FPPF (Federation Philippines Photography Foundation) bertindak sebagai tuan rumah Crossing Bridges 7 (CB 7) ini.

Tengah malam ini, forum-forum fotografi di Asia Tenggara memberangkatkan delegasinya ke Cebu, Filipina. Delegasi Fotografer.net (Indonesia) beranggotakan 16 orang, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tengah malam ini.

Pada saat yang hampir bersamaan, kontingen Clubsnap berangkat dari Bandara Changi di Singapura. Kontingen Photo.vn berangkat dari Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City, sementara kontingen PhotoMalaysia.com berangkat dari Kuala Lumpur International Airport.

Dengan jumlah total peserta mencapai hampir 80 orang, maka CB 7 ini adalah yang tergemuk sejak pelaksanaan Crossing Bridges pertama tahun 2004. CB 1 digelar tahun 2004 di Jogja oleh tuan rumah Fotografer.net.

CB 2 di Hong Kong dan Macau digelar oleh Clubsnap dan CB 3 digelar tuan rumah Photo.vn di Hanoi dan Sapa, Vietnam. Sementara CB 4 digelar PhotoMalaysia.com di Tawau dan Semporna, Malaysia dan CB 5 digelar oleh Clubsnap di Siem Reap, Kamboja.

CB 6 tahun 2009 mencatat sejarah. Digelar oleh tuan rumah Fotografer.net di Sumatra Barat, bencana gempa bumi menandai pelaksanaan CB hingga tak terlupakan. Tahun 2010, CB 7 digelar FPPF di Cebu, Iloilo dan Bacolod di Filipina.

Crossing Bridges merupakan forum penting bagi fotografi secara regional. Dari segi jumlah, anggota kelima forum dari 5 negara ASEAN ini berjumlah lebih dari 600.000 orang. Kegiatan tahunan untuk saling tatap muka pun digelar secara konsisten selama 7 tahun berturut-turut tanpa putus.

Keberadaan Indonesia menempati posisi penting di Crossing Bridges lantaran jumlah anggota Fotografer.net yang 325.000 orang merupakan jumlah terbesar di Asia Tenggara. Secara strategis, Crossing Bridges berarti bagi eksistensi Indonesia di pergaulan dunia fotografi regional.

Melalui fotografi, Indonesia membuka mata dunia bahwa ada negara kita menyimpan talenta-talenta berharga. Insan-insan yang berperasaan halus dan rendah hati sekaligus tahu diri untuk mengambil peran penting di masanya.

Nilai-nilai luhur bangsa kita, warisan nenek moyang, jadi modal kita untuk secara bijaksana menempatkan diri di posisi-posisi strategis. Melalui fotografi kita menempatkan martabat bangsa pada tempat yang selayaknya. Melalui fotografi pula kita menjalin persahabatan antarnegara.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 17 November 2010 23:30 WIB

Posted with WordPress for BlackBerry.