Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Posts tagged “Exposure Magz

Ketika Media Cetak Berguguran, Exposure Tetap Tegar

image

Majalah berita ternama Newsweek di AS pada hari Kamis (18/10) mengumumkan penghentian edisi cetak per 31 Desember 2012. Alasan penghentian berupa penurunan iklan dan pelanggan memotivasi majalah itu untuk total terbit digital. Keputusan Newsweek jadi bahan perbincangan, karena media tradisional semakin ditinggalkan.

Media-media di Indonesia bisa jadi tak kuatir, lantaran para pelanggannya masih doyan pegang koran dan majalah dalam bentuk fisik. Media-media di AS seperti Time dan The Economist juga masih bertahan terbit edisi cetak, meski Far Eastern Economic Review sudah berhenti cetak. Tak dipungkiri bahwa Time dan The Economist sudah merintis terbit digital, terima iklan digital dan pelanggan berbayar digital.

Majalah fotografi regional Exposure http://www.exposure-magz.com tak kuatir dengan tren ini lantaran sejak pertama terbit sudah digital. Diluncurkan perdana 8 Agustus 2008, Exposure terbit dalam format PDF yang bisa diunduh gratis. Belakangan Exposure terbit pula dalam edisi web untuk berita harian, yang juga gratis.

Terbit dwibahasa, majalah yang diterbitkan oleh FotograferNet ini dipimpin Chief Editor Farid Wahdiono. Oplah per bulan sebanyak rata-rata 7.000 unduhan. Namun, tak ada batasan untuk penggandaan unduhan secara swakarsa. Pembaca Exposure diasumsikan 4-5 kali lebih banyak dari jumlah unduhan.

Menanggapi terbitan dalam format digital, Exposure pun menerbitkan iklan dalam bentuk audio-video. Artikel-artikel isi majalah sudah tentu bisa disertai ilustrasi visual bergerak disertai suara. Kepeloporan Exposure dalam media digital tak mudah. Pengiklan tradisional tak gampang beralih ke digital. Namun ketika jaman berubah, Exposure sudah berada di depan karena berpengalaman dan terpercaya. Harga iklan pun tentu sudah tak sama lagi dengan kala pertama Exposure terbit lebih dari 4 tahun yang lalu.

Advertisements

Lima Finalis Indonesia di 2011 Sony World Photography Awards

Majalah fotografi regional Exposure memberitakan, ada 5 fotografer Indonesia yang masuk daftar finalis 2011 Sony World Photography Awards. Kelima fotografer tersebut adalah Hubert Januar, Alam Syah, Gde Wira Brahmana, Andiyan Lutfi dan Nara Pratama. Kelima nama fotografer Indonesia ini menyisihkan lebih dari 105.000 fotografer dari 162 negara, seperti disebutkan dalam rilis resmi penyelenggara bertanggal 1 Februari 2011.

Secara umum ada 2 jenis kompetisi, profesional dan terbuka. Kelima fotografer Indonesia itu jadi finalis di kategori-kategori berbeda di kompetisi terbuka. Hubert Januar (Surabaya) dan Alam Syah di kategori Art & Culture, Gde Wira Brahmana (Jogja) di kategori Fashion, Andiyan Lutfi (Cibinong) di kategori Nature & Wildlife, dan Nara Pratama (Jakarta) di kategori Travel.

Pemenang tiap kategori akan dihadiahi kamera digital Sony. Sementara pemenang Best Overall akan dihadiahi tiket ke London, Inggris, akomodasi 2 malam, tiket VIP untuk menghadiri acara pemberian hadiah 27 April 2011 dan uang 5.000 Dollar AS.

Prestasi kelima fotografer Indonesia ini merupakan hal mengagumkan lantaran telah menyisihkan ribuan fotografer dari berbagai negara. Kemudahan akses informasi di era digital telah membuat fotografi maju pesat dan membawa manfaat bagi siapapun yang piawai menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan kebaikan.

Fotografer bicara melalui foto. Dan kita tak hanya bicara, tapi juga berprestasi.


Galeri foto para finalis di Fotografer.net:

Hubert Januar

Gde Wira Brahmana
Death Fashion Scene

Andiyan Lutfi
Rebutan

Nara Pratama
Walking After You