Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Posts tagged “komunikasi visual

Fotografi adalah Sarana Belajar Mengerti

Sebuah foto dikritik habis, sementara foto lain sarat puja-puji. Seorang pemirsa foto manggut-manggut sambil acung jempol, sementara pemirsa lain mengernyitkan dahi kepada foto yang sama.

Sebuah foto tak berarti tanpa pemirsa. Dan sebuah ide hanya bisa jadi cemerlang jika diwujudkan dalam foto. Itulah hakikat foto sebagai bahasa komunikasi visual.

Komunikasi tentu butuh 2 pihak: komunikator dan komunikan. Jika pemirsa foto tak mengerti, maka fotografer tak berhasil menyampaikan pesan. Sesederhana apapun pesan itu, musti sampai ke benak pemirsa.

Fotografer haram meminta-minta dimengerti karya fotonya. Adalah hak tiap pemirsa untuk menginterpretasi secara bebas. Karena kebebasan adalah syarat kreativitas, dan kreativitas adalah motor fotografi.

Demikianlah fotografer musti memahami cara berpikir para pemirsa karya-karyanya. Tanpa belajar mengerti, fotografer tak akan berhasil menyampaikan pesan-pesan dari benaknya.

Tatkala belajar memotret pun, fotografer musti memahami prinsip dasar dan logika pencahayaan. Menghapalkan teori fotografi tak bakal menelurkan pemahaman logika. Dalam fotografi tak ada dogma. Dan setiap teori yang dipelajari musti dibuktikan sendiri di lapangan.

Ketika memotret pun hakikat mengerti masih berlaku. Seorang fotografer arsitektur tak menghasilkan karya cemerlang tanpa mempelajari karya arsitektur yang dipotretnya. Seorang fotografer makanan bisa jadi terkendala dalam pekerjaan memotret jika tak mengerti bahan-bahan penyusun makanan yang dipotretnya.

Alangkah aneh seorang fotografer perjalanan tak bisa menjelaskan subyek-subyek fotonya sepanjang perjalanan. Alangkah naif seorang pewarta foto jika hanya bertugas mengandalkan agenda acara resmi dan memotret ketika semua pewarta foto lain juga membuat foto yang kurang lebih sama.

Pekerjaan memotret bisa jadi kacau balau tatkala fotografer pernikahan tak paham acara adat yang ditugaskan kepadanya. Bahkan seorang fotografer pasfoto bisa dapat masalah besar jika tak tahu nama orang yang dipotret, atau silap menamai foto.

Mengerti dan memahami bersifat aktif. Mulai dari fotografer sebagai komunikator, melalui karya foto sebagai media komunikasi visual.

Kita percaya bahwa fotografi bertujuan membawa harkat hidup yang lebih baik untuk umat manusia. Berkarya tanpa pamrih niscaya membersihkan niat luhur dari keinginan untuk dikagumi dan hasrat bergelimang puja-puji. Kita juga percaya bahwa kerendahhatian dan pikiran terbuka melandasi kreativitas fotografi.

Biar foto yang bicara.