Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Posts tagged “Transportation

The Jeepneys of Angeles City, Philippines

All photos are made by Nokia Lumia 800 and edited by Pictomaphone app for Windows Mobile. This blog post is made by WordPress app for Windows Mobile. Date taken: Feb 10-11, 2012.

All comments are welcome.

The Backdoor - Photo by Kristupa Saragih. Taken by Nokia Lumia 800

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Stasiun Kereta Api Da Lat, Vietnam

Salah satu sudut Stasiun Da Lat, Vietnam yang bergaya arsitektur art deco. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900
Stasiun Kereta Api Da Lat, Vietnam. Tiga atap tinggi di bangunan utama melambangkan ketiga puncak bukit Liang Biang. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Kereta Api Da Lat, Vietnam. Tiga atap tinggi di bangunan utama melambangkan ketiga puncak bukit Liang Biang. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Mengunjungi Da Lat, kota wisata di Vietnam Selatan, berkaitan dengan Crossing Bridges 8 Vietnam 2011, saya dan kawan-kawan fotografer 5 negara ASEAN mampir ke Stasiun Kereta Api Da Lat, Senin (14/11). Semula biasa saja, sampai seluruh rombongan tiba di tempat barulah tersadar bahwa bangunan stasiun KA ini mempesona. Terpelihara baik, rapi dan bersih, Stasiun Da Lat masih berfungsi hingga kini.

Membawa kamera besar sudah pasti, apalagi Crossing Bridges adalah ajang pertemuan tahunan fotografer-fotografer Asia Tenggara. Tapi merekam keindahan karya arsitektur Stasiun Da Lat terasa menyenangkan juga dengan kamera sesederhana ponsel BlackBerry 9900.

Gaya arsitektur art deco berpadu dengan elemen Cao Nguyen di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Gaya arsitektur art deco berpadu dengan elemen Cao Nguyen di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Didesain pada tahun 1932, arsitek-arsitek Perancis Moncet dan Reveron memilih gaya art deco dipadu dengan elemen lokal Cao Nguyen, yang ada di rumah-rumah besar dataran tinggi Vietnam Tengah. Secara umum, desain Stasiun Da Lat dibuat mirip dengan stasiun di Normandy. Stasiun ini mulai beroperasi tahun 1938 dan oleh pemerintah kolonial Perancis dibuat untuk melayani jalur Da Lat-Thap Cam.

Tiga puncak atap Stasiun Da Lat didesain untuk melambangkan ketiga puncak Pegunungan Liang Biang di Da Lat. Stasiun ini berhenti beroperasi pada saat Perang Vietnam tahun 1960-an. Pada tahun 1990-an, usaha restorasi Stasiun Da Lat dan jalur kereta api dimulai untuk kepentingan pariwisata. Tahun 2001 Stasiun Da Lat diresmikan sebagai gedung bersejarah yang dilindungi.

Kekhasan gaya arsitektur art deco rancangan arsitek Perancis Moncet dan Reveron di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Kekhasan gaya arsitektur art deco rancangan arsitek Perancis Moncet dan Reveron di Stasiun Da Lat, Vietnam. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Da Lat wajib dikunjungi pecinta arsitektur, penyuka perkeretaapian dan fotografer arsitektur.

Semua foto yang menyertai tulisan ini dibuat dengan kamera ponsel BlackBerry 9900 tanpa editing apapun.

Salah satu sudut Stasiun Da Lat, Vietnam yang bergaya arsitektur art deco. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Salah satu sudut Stasiun Da Lat, Vietnam yang bergaya arsitektur art deco. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Da Lat terpelihara baik, rapi dan bersih dan difungsikan untuk kepentingan pariwisata. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900

Stasiun Da Lat terpelihara baik, rapi dan bersih dan difungsikan untuk kepentingan pariwisata. Foto oleh Kristupa Saragih dengan BlackBerry 9900


Jadi Anggota Platinum Garuda Frequent Flyer

Garuda Frequent Flyer (GFF) Platinum. Difoto dengan BlackBerry 9700 oleh Kristupa Saragih.

Setelah 8 tahun menjadi anggota Garuda Frequent Flyer (GFF), tercapai pula tingkat keanggotaan Platinum. Tingkat keanggotaan tertinggi GFF ini diperoleh atas frekuensi terbang pada jumlah tertentu menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Anggota GFF harus melakukan aktivitas dengan Garuda sedikitnya 55.000 tier miles atau terbang 55 kali eligible flight dalam satu tahun keanggotaan agar menjadi anggota Platinum.

Selama tahun 2010 tercatat ada 76 penerbangan bersama maskapai penerbangan kebanggaan Indonesia ini.

Melihat catatan aktivitas selama 2010, sebenarnya frekuensi terbang lebih dari itu. Banyak penerbangan domestik dengan maskapai lain lantaran ada rute yang belum diterbangi Garuda, semisal rute Yogyakarta (JOG)-Surabaya (SUB) dan Yogyakarta (JOG)-Bandung (BDO). Penerbangan internasional selama 2010 tercatat belum ada bersama Garuda.

Pertama kali jadi anggota GFF pada September 2002, saat itu benefit yang dibutuhkan semata-mata bagasi ekstra. Sebagai fotografer, peralatan yang dibawa untuk pekerjaan memotret bisa mencapai 20 kg bahkan lebih. Tahun 2002 itu, seingat saya, batas maksimum bagasi kelas ekonomi adalah 20 kg. Dengan jadi anggota GFF Silver, seingat saya pula, bisa dapat tambahan gratis 10 kg bagasi. Saat itu, belum ada tingkat GFF Blue, jadi begitu mendaftar langsung dapat keanggotaan GFF Silver.

Keanggotaan GFF Gold baru diperoleh pada 2007. Lebih banyak benefit yang diperoleh daripada GFF Silver. Berat bagasi tambahan bisa lebih banyak. Selain itu ada jalur khusus di check-in desk yang terpisah dari GFF Silver. Selain itu, ada fasilitas akses gratis ke GFF Lounge di seluruh Indonesia yang hanya bisa dimasuki tingkat keanggotaan minimal GFF Gold.

Per November 2010 keanggotaan resmi ditingkatkan oleh Garuda menjadi GFF Platinum, meski kartunya baru diterima Januari 2011. Semua benefit GFF Gold masih diperoleh ditambah fasilitas akses gratis ke Singapore Airport Lounge, 25 tier bonus, dan tambahan bagasi sebesar 20kg. Selain itu, sebagai anggota GFF Platinum bebas pula dari biaya perubahan tiket alias cancellation fee dan biaya pembatalan tiket alias refund fee.

Memang ada jenis keanggotaan GFF Platinum yang bisa diperoleh lebih mudah dengan mendaftarkan diri jadi pemegang kartu kredit Citibank Garuda. Tapi bagi saya pribadi, meraih keanggotaan GFF Platinum dengan cara mengumpulkan frekuensi terbang lebih menantang. Lagipula, ini merupakan penghargaan Garuda bagi pelanggan setia dan memang bermanfaat bagi frequent traveler.

Bagi saya, keanggotaan GFF Platinum ini adalah hadiah tahun baru dari Garuda Indonesia. Terimakasih.

Semoga sayap Garuda Indonesia makin mengepak gagah menerbangi rute-rute seluruh dunia membawa identitas ke-Indonesia-an kita.

Garuda Frequent Flyer (GFF) Platinum. Difoto dengan BlackBerry 9700 oleh Kristupa Saragih.

Garuda Frequent Flyer (GFF) Platinum. Difoto dengan BlackBerry 9700 oleh Kristupa Saragih.