Free, Open-Mind, Responsible, Creative & Egalitarian

Archive for November, 2011

Menyongsong Crossing Bridges 8 Vietnam 2011

20111108-150025.jpg

Forum persahabatan komunitas-komunitas online fotografi Asia Tenggara kembali beracara untuk kali kedelapan. Pada 10-16 November 2011 di Ho Chi Minh City dan sekitarnya, 75 fotografer dari 5 negara Asean akan berkumpul dengan tuan rumah Vietnam. Para peserta datang dari komunitas-komunitas fotografi Fotografer.net (Indonesia), Clubsnap (Singapura), Photo Malaysia (Malaysia), FPFF (Filipina) dan Photo.vn (Vietnam).

Melalui forum Crossing Bridges, komunitas-komunitas fotografi terbesar di negara-negara Asean bertemu dan mengaktualkan diri. Demikian pula Fotografer.net yang menempatkan diri sebagai komunitas terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 398.000 anggota terdaftar.

Fotografer pada hakekatnya adalah makhluk komunal. Pada saat menekan tombol pelepas rana memang sendiri, tapi dalam kehidupan nyata fotografer mutlak berkomunitas. Untuk maju, dibutuhkan komunitas yang sehat.

Itu berarti komunitas fotografi berbeda dengan komunitas lain. Komunitas fotografi sewajarnya bertemu untuk memotret, bukan hanya mengobrol belaka. Dan sebagai warga Asean, fotografer-fotografer Indonesia harus menempatkan diri secara bijaksana di tengah pergaulan internasional.

Berkaitan dengan aktualisasi diri dan persahabatan itulah Crossing Bridges bergandengan tangan secara nyata, takhanya secara maya. Pertemuan tahunan digelar rutin sejak 2004, kali pertama Crossing Bridges diwujudkan. Fotografer.net Indonesia menjadi tuan rumah CB 1 yang bertempat di Yogyakarta dan sekitarnya.

CB 2 digelar tuan rumah Clubsnap Singapura di Hong Kong dan Macau tahun 2005. Tahun 2006 Photo.vn Vietnam bergabung dan langsung menjadi tuan rumah CB 3 di Hanoi dan Sapa. Photo Malaysia bergabung tahun 2007 dan menggelar CB 4 di Tawau dan Semporna.

Clubsnap Singapura kembali menjadi tuan rumah CB 5 di Siem Reap, Kamboja tahun 2008. Pelaksanaan CB 6 tahun 2009 yang tak terlupakan digelar di Sumatra Barat oleh Fotografer.net Indonesia. Dua hari sebelum CB 6 selesai, para fotografer dari 5 negara Asean ikut mengalami musibah gempa bumi. Pada tahun ini juga FPPF Filipina bergabung ke Crossing Bridges.

FPPF lantas menjadi tuan rumah CB 7 tahun lalu di Western Visayas. Saat ini sudah 5 negara Asean bergabung di Crossing Bridges, menanti Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Laos dan Timor Leste untuk bergabung.

Tahun ini kali kedua Photo.vn menjadi tuan rumah Crossing Bridges. Bertolak dari Ho Chi Minh City, kota terbesar di Vietnam setelah ibukota Hanoi, 75 fotografer dari 5 negara Asean berkeliling sebagian Vietnam Selatan.

Kontingen Indonesia beranggotakan 15 orang ikut serta menyukseskan CB 8. Kita percaya, keberadaan Fotografer.net, sebagai salah satu inisiator Crossing Bridges, bisa bermanfaat untuk kawan-kawan sesama fotografer Asia Tenggara.

Kita ingin berpartisipasi aktif di pergaulan regional untuk menunjukkan eksistensi fotografi Indonesia. Nilai-nilai luhur bangsa dan kekayaan alam budaya Tanah Air mendasari kerendahhatian kita untuk menjalin persahabatan. Hunting foto bisa di mana saja dan dengan siapa saja, tapi persahabatan lebih bernilai untuk kita pupuk bersama.

Prestasi dan hal-hal yang dibuat oleh forum Crossing Bridges mungkin bukan sesuatu yang spektakuler. Tapi semangat, komitmen dan kesinambungan yang telah dijaga tetap berkobar merupakan hal yang luar biasa bagi para anggota yang terlibat di dalamnya. Hal yang luar biasa untuk dipikirkan, diingat dan diceritakan serta dipelajari untuk kelak dikembangkan lagi.

Melalui fotografi, Indonesia membuka mata dunia bahwa negara kita menyimpan talenta-talenta berharga. Insan-insan yang berperasaan halus dan rendah hati sekaligus tahu diri untuk mengambil peran penting di masanya.

Advertisements

#FNstreet 30 Oktober 2011 Momentum Tak Terlupakan #FN9

Pada hari Minggu, 30 Oktober 2011 kawan-kawan anggota Fotografer.net (FN) telah membuat sejarah. Sebanyak lebih dari 1.700 fotografer di 35 kota di hampir seluruh Indonesia dan beberapa negara dunia menggelar street photo hunting serentak.

Street photo hunting yang digelar serentak itu diberi sandi tandapagar #FNstreet dan #FN9.

Tak ada kota yang punya persiapan lebih dari seminggu kecuali Jakarta, Jogja dan Batam. Jakarta dengan Jakarta Street Hunting #JASH pada 2011 ini menggelar street photo hunting untuk kali ketujuh. Sementara Jogja Street Shoot #JoSS adalah kali ketiga pada 2011 ini, dan Batam Street Hunting #BASH baru pertama digelar di Batam.

Selebihnya, semua kota di luar Jakarta, Jogja dan Batam hanya punya waktu persiapan kurang dari seminggu. Bahkan ada kota yang baru menyatakan ikut bergabung untuk hunting serentak ini 2 hari menjelang pelaksanaan.

Kita paham, bahwa keberadaan kita di kota masing-masing adalah bagian dari komunitas fotografi di tempat tinggal kita. Kita pun paham perihal keberadaan kota tempat tinggal kita sebagai bagian dari peta fotografi nasional. Dan kita pun sewajarnya menerima diri sebagai bagian dari pergaulan fotografi internasional.

Kita gelar street photo hunting di kota masing-masing secara sukarela. Tak ada panitia yang dibayar, apalagi menjaring keuntungan pribadi. Peserta pun tak membayar, dan tak ada yang dipaksa-paksa untuk ikut.

Acara street photo hunting serentak FN jauh dari iming-iming dalam bentuk apapun, kecuali kebersamaan dalam persahabatan sejati. Manusia adalah makhluk sosial, dan fotografer hidup secara komunal. Kita pelihara persahabatan komunitas fotografi agar senantiasa bersih dari materialisme.

Kita mungkin bisa selalu menjadi pemula dalam fotografi. Banyak pula kawan-kawan fotografer yang pemalu dan penyendiri. Tapi justru melalui fotografi kita terpapar pada kemuliaan hidup bersaudara yang tulus.

Kita bukan siapa-siapa dibanding orang-orang yang bertitel seniman terkenal di bidang seni rupa atau orang-orang yang mencap diri sebagai praktisi seni fotografi. Namun kita percaya bahwa kita bicara jujur secara visual, melalui bahasa fotografi. Tanpa peduli titel dan tanpa pamrih puja-puji, kita berkarya dalam sepi namun penuh sesak oleh keharuan persahabatan fotografi.

Jarak dan waktu memisahkan kita secara fisik, tetapi jiwa kita disatukan oleh kecintaan pada fotografi. Kita yakin bahwa pertemanan dimulai dari saling percaya, dan persahabatan fotografi dilandasi oleh keterbukaan dan kejujuran. Oleh karena itu, meski tanpa iming-iming hadiah pun banyak fotografer yang mengikutsertakan diri.

Kita jauh dari gempita fotografi komersial, kita pun tak menjadi bagian kemegahan fotografi jurnalistik. Namun di jalanan justru kita temukan kebersamaan tanpa batas, yang egaliter dan murni. Hidup di jalanan keras, kata orang, namun kehalusan sanubari kita mengemasnya menjadi karya fotografi yang layak pirsa.

Ucapan terimakasih kita sampaikan kepada kawan-kawan yang telah mengorganisir street photo hunting di kota masing-masing. Kita percaya bahwa dalam persahabatan fotografi yang tulus dan murni, jerih payah kita tak sia-sia.

Biar foto yang bicara tentang suara hati nurani kita.

 


Tautan:

Liputan Fotografer.net Street Hunting 2011 #FNstreet #FN9